Tue. Oct 22nd, 2019

SMA IT AL IRSYAD PURWOKERTO

Berprestasi Tinggi, Terdepan dalam Akhlak Mulia

PEMUDA YANG JUJUR

2 min read

Suatu hari ada seorang pemuda datang menemui Rasulullah menyatakan keislamannya. Setelah itu ia berkata, “Ya Rasululullah, saya masih sering berbuat dosa dan saya berat meninggalkannya.” 

Mendengar pengakuan tadi Rasulullah bersabda, “Apakah kamu mau berjanji kepadaku untuk tidak berdusta,”? Mendengar syarat yang baginya mudah itu pemuda tadi langsung  menyanggupinya.

Pemuda itupun pergi meninggalkan Rasulullah saw. sambil berfikir begitu mudahnya syarat yang diminta Rasulullah saw. Namun, ketika hendak mencuri pemuda itu selalu ingat janjinya kepada nabi untuk tidak berdusta.  

Ia berkata dalam dirinya, “Jika aku mencuri dan nabi bertanya bagaimana aku harus menjawabnya. Jika aku jujur maka hukuman akan aku dapatkan. Namun, jika berdusta, aku sudah berjanji tidak akan berdusta. Kalau begini kondisinya maka sebaiknya aku harus meninggalkan kebiasaan mencuri.”

Demikianlah, akhirnya pemuda tadi selalu ingat janjinya kepada nabi ketika terbersit dalam dirinya untuk berbuat dosa. Sehingga, lama-kelamaan ia menjadi orang yang terjaga dari perbuatan dosa dan semakin baik perilakunya.

Hikmah

Allah dan rasul-Nya sangat menekankan sifat jujur dan sangat membenci sifat dusta. Bahkan bisa dikatakan jujur adalah simatul muslim (special characteristic) orang Islam. Maka tidak heran nabi hanya meminta syarat untuk tidak berdusta kepada pemuda yang masih sulit meninggalkan dosa lainnya. Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصَّادِقِيْنَ

Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan tetaplah kalian bersama orang-orang yang jujur.” (Q.S. At Taubah: 119)

Dalam hadis Rasulullah saw. lebih dalam mengurai tentang manfaat sifat jujur dan efek sifat dusta.

إنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إلَى البِرِّ وَإِنَّ البِرَّ يَهْدِيْ إلَى الجَنَّةِ  وَإنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُوْنَ صِدِّيْقًا وَإِنَّ الكَذِبَ يَهْدِيْ إلَى الفُجُوْرِ وَإنَّ الفُجُوْرَ يَهْدِيْ إلَى النَّارِ وَإنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْـتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

Artinya, “Sesungguhnya kejujuran itu mengantarkan (pelakunya) kepada kebaikan. Dan kebaikan akan mengantarkan ke surga. Dan sesungguhnya orang yang selalu berbuat jujur akan ditulis oleh Allah sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya dusta itu mengantarkan (pelakunya) kepada kehancuran. Dan kehancuran itu mengantarkan kepada neraka. Dan orang yang senantiasa berdusta sehingga ditulis di sisi Allah sebagai pendusta.” (H.R. Bukhari)

Sebaliknya sifat dusta bukanlah karakter umat Islam. Dusta adalah akhlak orang munafik. Karena salah satu ciri orang munafik adalah jika berkata ia dusta. Wallahu A’lam.

Sumber: Abdul Fattah Sabri dan Ali Umar, Al-Qira-ah Ar-Rasyidah (Mesir, Dar Ma’arif: 1953, juz 3),hlm. 23.

suhairi umar – narasihikmah.com

Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *